Mutiara Hati

 



DAMPAK DARI LISAN YANG TAK TERJAGA 


Islam telah mengajarkan kepada kita betapa pentingnya menjaga lisan. Karena lisan dapat diibaratkan pisau yang jika salah menggunakannya tentu akan melukai banyak orang. Bahkan lisan dapat menjadi jaminan keselamatan seseorang, sebagaimana yang disampaikan Rasulullah SAW dalam salah satu haditsnya, 

سَلاَمَةُ الْإِنْسَانِ فِيْ حِفْظِ الِلسَانِ


"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (H.R. al-Bukhari).


Saat ini, ketajaman lisan bisa terwujud dalam 'bahasa jari' di media sosial yang bisa jadi, sadar atau tidak sadar melukai orang lain. Terlebih jika digunakan sebagai media untuk melakukan propaganda dan mengajak orang lain melakukan perbuatan yang dilarang agama. Disinilah lisan dapat menjadi sumber dosa jariyah.


📚📚 Allah SWT berfirman :

لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat,  dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.”  (QS. An-Nahl : 25)


📚📚 Rasulullah SAW bersabda :

 مَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun.” (HR. Muslim)


Pelajaran yang dapat diambil adalah :

1. Lisan merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT yang harus dijaga dan dimamfaatkan sebaik mungkin di jalan yang Allah ridhoi sebagai bukti kesyukuran.

2. Allah SWT dan Rasul-Nya secara tegas telah menyampaikan betapa beratnya dampak yang ditimbulkan akibat ketidakmampuan menjaga dan memamfaatkan lisan

3. Seorang yang mengajak orang lain dengan lisannya untuk melakukan kesesatan, maka ia memikul dosanya sendiri juga memikul dosa orang-orang yang mengikuti ajakannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengikuti. Selama orang-orang yang diajak itu mengikuti dan melakukan ajakannya, selama itu pula dosa-dosanya juga dibebankan kepada orang yang mengajak, meskipun orang yang mengajak itu sudah tidak lagi melakukan kesesatan tersebut. Inilah yang disebut dengan dosa jariyah. 

4. Adapun orang-orang yang mengikuti, mereka tetap memikul dosanya meskipun mereka tidak mengetahui. Mereka disamakan hukumnya dengan orang yang diikuti karena mereka masing-masing telah diberi akal untuk menilai ucapan orang-orang yang diikuti itu. Akan tetapi, mereka tidak menggunakan akal itu sehingga mereka mengikuti tanpa dasar pijakan sedikit pun. Sungguh dosa-dosa mereka itu adalah dosa yang berat dan seburuk-buruk dosa.  (Sumber : Tafsir Kemenag, Tafsir Ibnu Katsir)


🌺 Pandemi wabah virus Covid-19 yang hadir dalam kehidupan kita saat ini, telah menuntut kita untuk memprotek diri dan orang-orang di sekitar kita dengan menjalankan prokes 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan). Jika prokes 3M ini kita kaitkan dengan ajaran Islam, sesungguhnya Covid-19  telah mengajarkan  :

1. Agar selalu memaskeri lisan dari dusta, fitnah, ajakan menyesatkan dan perbuatan lain yang dilarang agama

2. Agar selalu menjaga jarak dari perbuatan dosa dan maksiat. Dalam arti lain kita dituntut untuk menjadi hamba-Nya yang taat baik dalam menjalankan perintah-Nya dan dalam menjauhi larangan-Nya.

3. Agar selalu mencuci tangan dari noda-noda hitam (perbuatan dosa dan maksiyat) dengan memperbanyak tobat karena al-insan mahalul khotho' wan nisyan, "manusia itu tempatnya salah dan lupa".


Do'a memohon perlindungan dari keburukan lisan dan anggota tubuh vital lain 

  اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي،  وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي،  وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي، 

وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي،  وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

"Ya Allâh, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku (kemaluanku)". [HR. Tirmidzi) 

Wallohua'lam Bishowab...



( Yuyu Yuniawati, 24032021 / 10081442 )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Hidupkan 'Ruh' Ramadhan Demi Meraih Cinta-Nya

Kiat Sukses Menjalani Ramadhan