Wujudkan Remaja Sehat Qeren Qur'ani Melalui Bimwin Pra Nikah


Siswi MA Minhajut Tholabah tengah mempresentasikan hasil diskusi kelompok


Purbalingga – Maraknya berbagai bentuk kenakalan remaja saat ini, seperti pergaulan bebas, seks pra nikah, bullying, tawuran, narkoba, terlebih kasus perkawinan usia anak dimana Indonesia menempati ututan kedua di Asia dan urutan ketiga puluh tujuh di dunia, tingginya angka perceraian, banyaknya kasus kekersan dalam rumah tangga, menjadi latar belakang dilaksanakannya bimbingan perkawinan pra nikah bagi remaja usia sekolah oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.


Sejumlah 100 orang santriwati dari MA Minhajut Tholabah Bukateja Purbalingga yang terbagi pada dua angkatan, dimana masing-masing angkatan sejumlah 50 orang santriwati menjadi sasaran kegiatan bimwin pra nikah yang dilaksanakan pada pada Kamis, 18 Maret 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19.

 

Adapun narasumber pada kegiatan tersebut adalah penyuluh agama fungsional yang telah mengikuti bimtek fasilitator bimwin yakni Khikam Aziz yang menyampaikan materi  “Menyiapkan pernikahan sakinah bagi remaja”, dan Yuyu Yuniawati yang menyampaikan materi “Menuju terwujudnya remaja Sehat, Qeren Qur’ani melalui bimwin pra nikah”.

 

Dalam paparannya, Yuyu menjelaskan bahwa ada keterkaitan yang erat antara remaja yang Sehat, Qeren, Qur’ani dengan terwujudnya keluarga sakinah. Ketika seorang remaja mampu menjadikan dirinya sebagai remaja yang Sehat, Qeren Qur’ani dengan kemampuannya dalam memahami konsep diri yang positif, mampu menggali dan mengembangkan potensi positif dalam dirinya, memiliki keterampilan dalam mengelola diri dan relasi sosialnya, sehingga mereka pun mampu mensikapi kompleksitas kehidupan remaja terutama dengan maraknya berbagai bentuk kenakalan remaja, mampu menyusun harapan hidup secara terencana, dan memiliki prinsip hidup sesuai tuntunan agama.

 

Inilah pilar-pilar (prinsip-prinsip) untuk menjadi remaja yang Sehat, Qeren, Qur’ani sehingga diharapkan remaja akan semakin siap dalam menghadapi berbagai tantangan dan problematika kehidupan dan tentunya akan lebih siap  pula dalam mengupayakan tercapainya harapan / cita-cita masa depannya. Dan hal ini akan menjadi bekal awal bagi para remaja ketika saatnya nanti memasuki gerbang perkawinan.

 

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Mukhlis Abdillah, S.Ag, M.H. Dalam sambutannya Mukhlis memaparkan tentang tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yakni bukan bertujuan agar para santri segera menikah pasca mengikuti kegiatan ini, namun untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para santri seputar persiapan pernikahan menuju keluarga sakinah mawadah wa rohmah.

 

Mukhlis menambahkan bahwa menikah itu tidak sekedar bermodalkan cinta, namun membutuhkan ilmu dan proses yang panjang. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses yang dijalani para santri karena untuk menuju gerbang pernikahan itu harus benar-benar dipersiapkan. Karenanya bimbingan perkawinan pra nikah bagi pelajar yang dilaksanakan dua angkatan ini merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Agama dalam upaya meminimalisir angka pernikahan dini dimana Indonesia menempati peringkat ke-2 di Asia dan ke-37 di dunia.

 

Selain menyasar para remaja usia sekolah, kegiatan bimwin ini pun diperuntukan bagi para calon pengantin, dan bahkan bagi pasangan yang sudah menikah melalui program pusaka sakinah. Harapannya penyelenggaraan kegiatan bimwin pra nikah ini menjadi bentuk ikhtiar, baik dalam mempersiapkan perkawinan terutama bekal keilmuan, juga dalam rangka mengokohkan sendi-sendi perkawinan sehingga dapat menekan angka perceraian yang semakin tinggi, sehingga setiap keluarga mampu membangun keharmonisan dalam berumah tangga menuju keluarga sakinah mawadah wa rohmah.

 

Hadir pada kegiatan tersebut pengasuh pondok pesantren Minhajut Tholabah Bukateja, Kyai Ma’ruf Salim. Dalam sambutannya Ma’ruf menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bimas Islam Kankemenag Purbalingga yang telah memberikan kesempatan pada sejumlah santrinya untuk menimba ilmu seputar pernikahan melalui kegiatan bimwin pra nikah ini. Ia pun menghimbau para santrinya untuk mengikuti kegiatan yang baik ini sampai selesai dengan penuh khidmat. “Urusan nikah menjadi magnet tersendiri bagi para remaja, banyak diantara para remaja yang lebih memilih untuk berpacaran yang sesungguhnya tidak dikenal dalam syari’at Islam. Banyak pula yang gagal dalam pernikahan karena tidak mempunyai bekal ilmu, karenanya kegiatan ini semoga menjadi bekal awal para santri ketika saatnya nanti akan memasuki gerbang pernikahan”, ujar Mak’ruf di akhir sambutannya.  (Bimas Islam – Yoen)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Hidupkan 'Ruh' Ramadhan Demi Meraih Cinta-Nya

Kiat Sukses Menjalani Ramadhan