MENGGAPAI SUKSES RAMADHAN
▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
▄▀ ┏━━━━━━━━━━━━━━━━┓
▄▀ 🔹MUTIARA RAMADHAN🔹
▄▀ ┗━☆┈ 📖📚📿🪔┈☆━┛
MENGGAPAI SUKSES RAMADHAN
v Gambaran Kesia-siaan di Bulan Ramadhan
رُبَّ صَائِمٍ
حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ
قِيَامِهِ السَّهَرِ
” Betapa banyak orang yang
berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan
betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya
kecuali hanya begadang ” (HR Ibnu Majah)
بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ
لَهُ
“Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak diampuni”. (HR. Al-Bayhaqi)
Menggapai Sukses Ramadhan
I. Pra Ramadhan, dengan melakukan “Persiapan Ruhiyah (hati)”,
Rasulullah saw bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ
مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ
الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah bahwa pada jasad terdapat segumpal
daging, jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, jika ia buruk maka buruklah
seluruh jasadnya, ketahuilah itu adalah hati” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah SWT menegaskan pentingnya membersihkan
hati dalam firman-Nya:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
“Sungguh beruntunglah orang yang
menyucikan jiwanya” (QS. Asy-Syams : 9)
Membersihkan jiwa dari berbagai dosa dan
maksiyat kepada Allah dan kepada sesama. Juga membersihkan hati dari berbagai penyakit hati, terutama penyakit aqidah,
sebab sebesar dan sebanyak apapun amal kita, jika menyekutukan Allah, maka sia-sia
amal yang telah dilakukan karena tidak akan diterima oleh Allah Swt, sebagaimana firman-Nya,
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ
عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Jika kamu mempersekutukan
(Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang
yang merugi.” (QS. Al Zumar: 65)
II. Saat
Ramadhan,
Menghidupkan
Ramadhan dengan shoum, qiyam & amaliyah Romadhon lainnya dengan Didasari Keimanan dan Niat yang Ikhlas. Rasul
SAW bersabda riwayat Mutaffaq ’alaih :
مَـنْ
صَامَ (وَفِي رِوَيةٍ مَنْ قَامَ) رَمَـضَانَ اِيْـمَـانًا وَاحْـتِسَابَا
غُـفِـرَ لَهُ مَاتَقَـدَمَ مِـنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa berpuasa (dalam riwayat lain, barang siapa menghidupi malam-malam Ramadhan) dengan penuh
keimanan dan mengharap ridho Allah (ikhllas), akan diampuni dosa-dosanya yang
telah lalu”.
Berakhlak
dengan akhlaknya orang yang berpuasa. Rasulullah
saw bersabda,
خَمْسٌ يُفْطِرَانِ
الصَائِمِ الْكَذِبُ وَالْغِيْبَةُ وَالنَمِيْمَةُ وَالْيَمِيْنُ الْكَاذِبَةُ وَالنَظَرُ
بِشَهْوَةٍ
“Lima perkara yang membatalkan orang yang
berpuasa ; dusta, ghibah, adu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat “.
III. Pasca Ramadhan, dengan “Mempertahankan amaliah Ramadhan yang telah dilakukan / Menjaga keistiqomahan dalam iman dan amal”.
Firman
Allah SWT,
وَلاَ تَكُوْنُوْا
كَالَتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَةً أَنْكَاثًا
”Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan
yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai
kembali...” (Q.S. An-Nahl : 92)
Rasulullah Saw bersabda,
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ اِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ
قَلَّ
Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah
saw bersabda: sesungguhnya amalan yang dicintai oleh Allah adalah yang amalan yang terus menerus
walaupun sedikit." (H.R. Bukhori
dan Muslim)
Seorang yang menggapai sukses Romadhon adalah yang mampu istiqomah dalam iman dan amal sholeh dan mampu meningkatkan kualitas taqwanya. Kapan dan dimana pun berada, ’baju’ taqwa senantiasa melekat dalam dirinya.
Rasulullah Saw bersabda,
عَنْ
أَبِي ذَرٍّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْن
جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ
الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ
بِخُلُقٍ حَسَنٍ- رواه الترمذي
Dari Abu Dzar bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, dia berkata: Hadits Hasan Shahih).
Wallohua’lam Bishowab…
( Oleh : Yuyu Yuniawati, S.Ag / Penyuluh Agama KUA Kecamatan Mrebet / Majelis Tabligh PDA Purbalingga, 03 Ramadhan 1441 H / 15 April 2021 M)
Komentar
Posting Komentar