Sambut Ramadhan yang Kurindu


 

Tanpa terasa saat ini kita sudah berada di penghujung bulan Sya’ban, artinya bulan Sya’ban akan segera berakhir, dan bulan Ramadhan akan segera hadir. Datangnya bulan Ramadhan bagi seorang mukmin laksana ‘kekasih’ yang sangat dirindukan. Setahun lamanya seorang mukmin merindukan hadirnya ’kekasih’ Ramadhan dengan harap-harap cemas. Maka ketika ’kekasih’ itu akhirnya hadir di depan mata, tentu akan disambut dengan penuh suka cita dan berupaya untuk menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaannya dengan ’kekasih’ yang dirindukaa itu agar menjadi penuh makna, penuh kesan dan melahirkan harapan-harapan mulia.

 

Maka ungkapan Alhamdulillah wa syukurillah inilah yang semestinya pertama kali terlontar dari lisan kita, ketika kita kembali dipertemukan oleh Allah SWT dengan bulan yang suci, bulan yang teramat mulia, bulan yang penuh dengan rahmat dan maghfirah Allah SWT, ’kekasih’ yang kita rindukan yakni bulan suci Ramadhan  sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas karunia Ramadhan.

 

Ramadhan merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT dimana semua aktivitas hamba-Nya yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah yang buah pahalanya berlipat ganda. Di bulan ini Allah SWT benar-benar ‘mengobral’ pahala Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah SWT. Ringan yang dikerjakan, namun berat timbangan di hadapan Allah SWT. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan kita ke derajat yang mulia (derajat mutaqin) dan meraih kenikmatan surga-Nya dimana untuk meraihnya tentu membutuhkan usaha yang keras dan ikhtiar yang maksimal.

 

Maka sebagai seorang muslim yang cerdas, harus cerdas pula dalam beramal, selain berikhtiar untuk beramal dengan amalan terbaik (ahsanu ‘amalaa), juga harus dibarengi dengan niat yang ikhlas, dan tentunya dibutuhkan pula strategi jitu demi menggapai kesuksesan dalam beramal, sehingga tujuan dari amal yang dilakukan dapat dicapai, yakni mendapatkan nilai ibadah di sisi Allah SWT dan menjadikan diri semakin dekat (taqorrub) dengan Allah SWT.

 

Begitu pun dalam menjalani amaliyah Ramadhan yang tidak lama lagi akan kita jelang, tentu diperlukan strategi jitu agar kita dapat menggapai sukses di bulan Ramadhan, diantaranya adalah dalam hal persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Berikut langkah yang dapat dilakukan dalam mempersiapkan Ramadhan yang mulia yaitu:               

 

1.      Berdo’a. 

Berdo’a merupakan salah satu persiapan ruhiyah dimana kita memohon dan berharap agar Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat. Karena dalam keadaan sehat lah, kita dapat melaksanakan berbagai rangkaian  ibadah secara maksimal.

 

Jika kita membaca sirah Rasul SAW, persiapan beliau dalam menghadapi bulan mulia ini sangat luar biasa, yakni dengan menjadikan momentum hadirnya bulan Rojab dan Sya’ban sebagai kesempatan untuk melakukan warming up (pemanasan) dalam beribadah, yakni dengan memperbanyak puasa sunah, meningkatkan qiyamul-lail, dan sebagai bentuk pengharapan beliau pun memanjatkan do’a memohon dengan penuh pengharapan agar Allah memberikan keberkahan di bulan Rojab dan Sya’ban serta berharap agar Allah SWT  memberikan kesempatan untuk dipertemukan dengan bulan Ramadhan.  Do’a tersebut berbunyi :

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

Ya  Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; dan sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan” (HR Ahmad)      

 

Dan apabila telah memasuki awal Bulan Ramadhan, Rasulullah SAW pun memberikan contoh kepada kita untuk memanjatkan do’a kepada Allah SWT :

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا نُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” (HR. Ahmad)

 

 2.      Bersyukur dan Bergembira

Ketika Allah SWT mengabulkan do’a dan berbagai pengharapan yang kita panjatkan sebagaimana do’a di atas, maka sudah seharusnya kita sebagai hamba-Nya yang beriman untuk mensyukuri karunia terindah Ramadhan yang kembali Allah SWT hadirkan untuk  kita. Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar mengatakan :

”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya”.

 

Diantara nikmat terbesar yang Allah anugrahkan kepada kita adalah ketika kita diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan dan kemampuan untuk melakukan berbagai amaliyah ibadah dan ketaatan kepada-Nya di bulan yang penuh barokah ini. Maka sebagai refleksi  syukur kita atas karunia Ramadhan  yang telah Allah SWT berikan, kita harus mampu memamfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini selaras dengan definisi syukur yaitu :  

 تَصَرُفُ النِعْمَةُ لِرِضَاءِ اللهِ تَعَالىَ

“Menggunakan nikmat yang telah dianugrahkan Allah SWT dengan tujuan untuk mengharap ridho Allah semata”.

 

Refleksi syukur atas karunia Ramadhan ini tidaklah cukup hanya dengan Syukur bil-Qolbi dan Syukur bil-lisan semata, tetapi yang tidak kalah penting adalah Syukur bil-hal yakni syukur dengan amal perbuatan yakni dengan memperbanyak melakukan amal sholeh yang dapat menjadi sarana kita untuk lebih bertaqorrub (mendekat) kepada Allah SWT.  

 

Refleksi syukur atas karunia Ramadhan ini pun kita luapkan dengan perasaan bergembira, sebagaimana telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW  mengenai sikap seorang muslim dalam menyambut Ramadhan yaitu dengan meluapkan rasa gembira, berlapang dada dan berlepas rindu disertai keimanan kepada Allah SWT. Beliau selalu memberikan kabar gembira ini kepada para shahabat dan umatnya setiap kali datang bulan Ramadhan. Dalam haditsnya beliau bersabda :

جَاءَ الشهْرُ الرَمَضَانَ سَيِدُ الشُهُوْرِ بِاْلبَرَ كَاتِ فَمَرْحَبًا وَسَهْلاً وَاَكْرِمْ بـِهَا مِنْ زَائِرِ حُوَاتٍ

“Telah datang bulan Ramadhan, induk dari segala bulan dengan membawa banyak berkah. Maka kita ucapkan selamat datang dan muliakanlah ia sebagaimana (kita muliakan) tamu yang berkunjung kepada kita”.

 

Demikian seruan Rasulullah SAW kepada segenap kaum muslimin dalam menyambut bulan yang sangat mulia ini. Seruan Rasulullah SAW tersebut biasa beliau ikuti dengan perintah kepada segenap kaum muslimin untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sebagai sebuah kewajiban dan sebuah ketaatan kepada-Nya sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.


3. Siapkan Jiwa dengan Melakukan Tadzkiyatun-nafs (Penyucian Diri).

Ramadhan adalah bulan yang suci, alangkah lebih baik sebelum datang bulan Ramadhan kita sucikan jiwa kita dengan memperbanyak istighfar dan bertobat atas dosa-dosa kita kepada Allah, juga dengan saling bertaghofur (saling meminta dan memberi maaf) antar sesama, kita bertekad untuk meninggalkan segala perbuatan dosa, kemaksiyatan dan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dibenci Allah SWT yang akan menjauhkan diri kita dari rahmat-Nya. Dan sebagai manusia biasa tentu disadari atau tidak banyak dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, maka sebagai langkah tadzkiyatun-nafs kita harus bertaubat secara benar (taubatan nasuha) , sehingga ketika Ramadhan hadir insya Allah jiwa kita telah bersih berbanding lurus dengan Bulan Ramadhan yang suci. Firman Allah SWT  :

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.”[Q.S.An-Nur(24):31]

 

4.Merancang Agenda Kegiatan Ramadhan.

Langkah ke-keempat yang harus kita siapkan dalam menyambut ‘kekasih’  Ramadhan yang dirindukan adalah membuat rancangan agenda kegiatan Ramadhan dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan, dengan bertekad untuk berupaya mengisinya dengan berbagai amaliyah sholihah yang akan melesatkan kita untuk dapat menggapai derajat mutaqin sebagaimana yang kita harapkan.

 

Karena itu, isilah setiap detik dari Bulan Ramadhan ini dengan amalan berharga yang diridhoi Allah SWT. Kita dapat merancang agenda kegiatan pribadi seperti memperbanyak shalat sunah, dzikrulloh, tadarus al-Qur’an, bahkan target khatam al-Qur’an sekian kali, menghadiri kajian ilmu baik offline ataupun online, memperbanyak zakat/infak/shodaqoh dan amaliyah sholihah lain yang dapat membersihkan jiwa kita dan semakin mengokohkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya. Dan rancangan agenda pribadi itu pun dapat pula dijadikan sebagai rancangan kegiatan jama’i (berkelompok) missal menjadi kegiatan bersama di grup-grup WA atau media social lainnya, sehingga kemamfaatan dan kemaslahatan dari media social akan lebih terasa.

 

5. Membuka kembali ilmu seputar Ramadhan dan Ibadah Puasa 

Hal yang juga penting untuk kita lakukan adalah berupaya mempelajari dan memahami semua hukum-hukum ibadah khususnya seputar fiqh puasa, karena wajib hukumnya bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Ketika kita melakukan sebuah amal ibadah namun tidak didasari dengan ilmu maka amal tersebut tidak diterima di sisi Allah. Oleh karenanya kita wajib mengetahui ilmu dan segala sesuatu yang berhubungan dengan puasa. Dan alangkah lebih baik jika berbagai hukum tentang fiqh puasa itu kita fahami sebelum Ramadan tiba agar puasa kita benar dan sesuai dengan tuntunan syari’at Allah SWT sehingga amal ibadah kita diterima Allah SWT.

 

Maka janganlah bosan untuk menghadiri majelis-majlis ilmu di manapun dan menanyakan hal-hal yang belum kita fahami kepada ahlinya (Q.S. Al-Anbiya : 7) sehingga secara mental insya Allah kita akan memiliki kesiapan dalam melaksanakan segala amaliyah sholihah di bulan Ramadhan yang teramat mulia ini dimana setiap amal yang kita lakukan nilainya berlipat ganda dan kesuksesan Ramadhan yang kita dambakan insya Allah mampu kita raih,

 

Demikian, langkah yang dapat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dalam mempersiapkan Ramadhan yang dirindukan menjadi Ramadhan yang sukses yang mendatangkan keberkahan bagi kehidupan dunia dan akhirat.

 

( Oleh : Yuyu Yuniawati, S.Ag, Penyuluh Agama Kec Mrebet Kab Purbalingga, 07 April 2021 M / 24 Sya’ban 1442 H )


Komentar

  1. Marhaban yaa ramadhan...
    Semoga Allah mampukan kita berpuasa,meningkatkan ibadah dan amal Soleh.
    Aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Hidupkan 'Ruh' Ramadhan Demi Meraih Cinta-Nya

Kiat Sukses Menjalani Ramadhan