BERLOMBA MENUJU SURGA
BERLOMBA MENUJU SURGA
Setiap orang pastilah
bercita-cita ingin meraih yang terbaik dalam hidupnya. Ibarat seorang yang
sedang mengikuti sebuah perlombaan, tentu akan berusaha semaksimal mungkin
untuk menampilkan yang terbaik dan berharap menjadi pemenangnya.
Dalam beramal pun
demikian, Islam mengajak umatnya untuk "Berfastabiqul khoirot"
(berlomba-lomba dalam berbuat amal kebaikan), berlomba untuk mempersembahkan
amal terbaik di hadapan Allah SWT, demi
meraih surga-Nya yang Allah janjikan bagi para pemenang lomba dan hanya Allah
berikan kepada hamba-hamba pilihan-Nya.
Berikut di antara ayat
dan hadis Rasulullah SAW yang menerangkan tentang pentingnya beramal dengan
amalan terbaik demi meraih surga-Nya :
Firman Allah SWT :
الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ
أَحْسَنُ عَمَلًاوَهُوَالْعَزِيزُالْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji
kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi
Maha Pengampun” (Q.S. Al-Mulk [67] : 2)
Hadits Rasulullah SAW :
عَنْ عَلِيْ بِنْ اَبِيْ طَالِبِ كَرَمَ اللهُ وَجْهَهُ قَالَ:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُوْنُوْالِقَبُوْلِ الْعَمَلِ
اَشَدُّ مِنْكُمْ اِحْتِمَامًا بِالْعَمَلِ ، اَلَمْ تَسْمَعُ اللهُ عزوجل يَقُوْلُ
: اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
“Dari Ali bin Abi
Tholib k.w. berkata, telah bersabda rasulullah SAW : “Jadilah kamu sekalian
orang yang perhatian terhadap diterimanya amal, lebih dibandingkan dengan hanya
sekedar beramal”, Apakah kalian tidak mendengar Allah SWT berfirman :
_“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amalan yang dilakukan) orang-orang yang
bertaqwa (Q.S. Al-Maidah : 27)”.
Hadits Rasulullah SAW,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الْعَبْدَإِذَا عَمِلَ عَمَلاً اَحَبَّ
اللَّهُ تَعَالىَ أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)
“Dari Aisyah r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang hamba apabila melakukan suatu amalan, Allah mencintai untuk
mengerjakannya secara maksimal”. (HR. Thabrani dan Baihaqi).
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat dan beberapa hadits di atas
adalah :
1. Konsep ibadah
seorang muslim, bukan hanya sekedar beramal, tapi harus berupaya untuk beramal
dengan amalan yang terbaik (berkualitas) sehingga akan berbuah keridhoan Allah
SWT. Jika Allah sudah meridhoi amal yang
dilakukan, maka kucuran pahala, kebaikan dan kecintaan Allah pun akan didapat.
2. Prinsip dalam
beramal agar menjadi amalan yang terbaik / berkualitas adalah :
§ Amal yang
dilakukan berdasarkan ilmu (sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Rasul-Nya)
§ Amal yang
dilakukan diniatkan ikhlas semata-mata berharap keridhoan Allah.
§ Amal tersebut
dilakukan secara kontinyu (istiqomah)
3. Allah SWT hanya
menerima amalan dari hamba-hambaNya yang bertaqwa. Karenanya Allah sangat mencintai amalan yang
dilakukan secara maksimal dan berkualitas yang menjadi ciri dari amalan yang
dilakukan seorang yang bertaqwa.
4. Makna “Ahsanu ‘Amalaa” dalam surat Al-Mulk ayat 2, adalah amalan yang berkualitas,
§ Kualitas dalam niat (ikhlas semata berharap ridho-Nya),
§ Kualitas dalam keilmuan (sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya), dan
§ Kualitas dalam keistiqomahan.
Ke-tiga bentuk kualitas
tersebut menjadi barometer sebuah amalan yang terbaik di hadapan Allah yang
akan memantik kecintaan Allah SWT. Semoga Allah SWT melimpahkan hidayah dan
thaufikNya kepada kita semua, untuk senantiasa berusaha semaksimal mungkin
mempersembahkan amal terbaik demi meraih surga-Nya.. Aamiin Ya Robbal'alaminn..
Wallohua'lam bishowab...
(Oleh : Yuyu Yuniawati, S.Ag / Penyuluh Agama Islam
KUA Kecamatan Mrebet Purbalingga)
Komentar
Posting Komentar