MUTIARA RAMADHAN
▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
▄▀ ┏━━━━━━━━━━━━━━━━┓
▄▀ 🔹MUTIARA RAMADHAN🔹
▄▀ ┗━☆┈ 📖📚📿🪔┈☆━┛
MERAJUT HARMONI DENGAN SEDEKAH
Hadirnya bulan suci Ramadhan setiap tahunnya
menjadi penghibur hati orang-orang beriman dengan hadirnya beribu keutamaan
yang telah Allah SWT sediakan khusus bagi orang-orang beriman. Dalam Q.S.
Al-Baqoroh/2 ayat 183, secara khusus Allah SWT memanggil orang-orang beriman
dengan kalimat 'ya ayyuhal-ladziina amanuu' yang artinya ‘Wahai
orang-orang yang beriman”. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT memandang hanya
orang-orang beriman saja lah yang akan mampu mengemban perintah puasa Ramadhan
dalam rangka menaikkan derajatnya menuju hamba-Nya yang bertaqwa.
Maka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi orang beriman
dengan hadirnya Romadhon bulan yang penuh keberkahan ini. Karena di bulan ini
Allah SWT mengobral pahala dan menebarkan ampunan-Nya memenuhi setiap ruang dan
waktu. Maka bagi seorang mukmin yang menyadari kurangnya bekal akhirat yang
dimiliki untuk menghadapi hari perhitungan kelak, tidak ada rasa lain selain
bersuka cita dan bergembira menyambut hadirnya Ramadhan bulan yang penuh
keberkahan ini. Tentunya kegembiraan ini pun dibarengi dengan ikhtiar untuk
dapat meraih beribu keutamaan yang telah Allah SWT sediakan khusu bagi
hamba-hamba-Nya yang beriman.
Salah satu pintu yang dibuka Allah SWT untuk
meraih keuntungan besar di bulan Ramadhan ini adalah pintu sedekah. Bagaimana
tidak, di luar Ramadhan saja Allah SWT telah melipatgandakan pahala sedekah ini
menjadi 700 kali lipat, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam surat al-Baqoroh
ayat 261,
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ
فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ
وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ
وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada
tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang
Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dapat kita bayangkan ketika sedekah dilakukan di bulan Ramadhan, betapa lipatan pahala yang didapat sungguh sangatlah besar dan inilah yang menjadi salah satu sumber kebahagiaan seorang mukmin yang tentunya tidak akan mensia-siaakan kesempatan emas yang hanya hadir setahun sekali di bulan Ramadhan ini. Terlebih ketika menyadari bahwa bulan Romadhon tahun depan belum tentu menjadi miliknya.
Maka bersedekah di bulan Ramadhan ini sangat dianjurkan dan
Rasulullah SAW telah memberikan teladan betapa beliau dikenal seorang yang
sangat dermawan dan lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan sehingga kedermawanan
beliau diibaratkan angin yang berhembus, sebagaimana hadits yang diriwayatkan
dari Ibnu Abbas r.a,
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ،
وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان
فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح
المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling
dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu
Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan
kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang
berhembus.” (HR. Bukhari, no.6)
Ibnu Hajar al-Asqolani dalam Fathul Baari memberikan
penjelasan tentang kedermawanan beliau melebihi angin yang berhembus, hal ini
mengisyaratkan bahwa kedermawanan beliau memiliki nilai manfaat yang besar,
bukan sekedar memberi, intensitisas beliau dalam bersedekah itu sangat tinggi, belaiau
sangat ringan dan cepat dalam memberi, tidak banyak berfikir ketika hadir di
hadapannya seorang yang meminta sedekah. Kedermawanan beliau ini merupakan
manifestasi dari salah satu sifat Allah SWT yang Maha Memberi, sebagaimana
hadits,
إن
الله تعالى جواد يحب الجود ويحب معالي الأخلاق ويكره سفسافها
“Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha
Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia, Ia membenci akhlak
yang buruk.” (HR. Al Baihaqi dalam Shahihul
Jami’, 1744)
Berdasarkan hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa sifat bakhil, pelit, tidak memiliki kepedulian ketika melihat saudaranya kelaparan termasuk akhlak buruk dan bukanlah menjadi akhlak seorang mukmin sejati. Karena Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang pemberi, artinya bahwa seorang mukmin sejati itu memiliki karakter suka memberi (dermawan) sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
اليد
العليا خير من اليد السفلى واليد العليا هي المنفقة واليد السفلى هي السائلة
“Tangan yang di atas lebih baik dari
tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang
dibawah adalah orang yang meminta.”
(HR. Bukhari no.1429, Muslim no.1033)
Bukanlah karakter
seorang mukmin sejati ketika menyaksikan saudaranya kelaparan, namun tidak
memiliki kepedulian (berempati) untuk mengulurkan tangannya. Rasulullah SAW
telah mengingatkan bahwa seorang mukmin sejati itu tidak akan membiarkan
dirinya kenyang sementaara saudaranya kelaparan, sebagaimana tercantum dalam
sebuah hadits,
"Bukanlah Mukmin sejati, orang yang kenyang, sementara tetangga di sampingnya kelaparan." (HR Abu Ya’la dalam musnadnya, dan sanadnya dinilai Hasan oleh Husain Salim Asad).
Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman yang
berusaha meneladani Rasulullah SAW sejatinya memiliki semangat yang sama yakni
semangat untuk bersedekah lebih sering, lebih cepat, dan lebih banyak menebar
mamfaat bagi sesama demi meraih keutamaan yang sangat besar dari sedekah yang
dilakukan di bulan Ramadhan ini. Indahnya berbagi bersama kerabat, fakir
miskin, anak yatim dan siapapun yang membutuhkan uluran tangan inilah yang
disebut dengan sedekah, dimana kebaikannya tidak hanya dapat dinikmati oleh
mereka namun juga dinikmati pula oleh pelaku sedekah.
Allah SWT telah menjanjikan bahwa amalan sedekah ini akan mendapat
banyak pahala di akhirat, dan juga memiliki banyak manfaat di dunia. Di antara
kemamfaatan di dunia dijelaskan dalam kitab Durotun Nasihin bahwa kuatnya suatu
mayarakat (bangsa) ditopang oleh 4 pilar, yaitu : Adilnya para umara (pemimpin), Ilmunya para ulama, Kedermawannya para aghniya' (orang-orang kaya), dan Do'anya para fuqara' (orang-orang
fakir). Inilah
empat pilar yang akan mampu mengokohkan sendi-sendi kehidupan masyarakat,
sehingga harmonisasi antar elemen masyarakat akan terwujud.
Dalam kitab al-‘Ushfuriyah, Syaikh Muhammad bin Abu Bakar
menyebutkan ada tujuh manfaat shadaqah
yang akan didapatkan oleh pelakunya baik di dunia maupun di akherat. Ke-tujuh
manfaat shadaqah tersebut adalah sebagai berikut;
1.
Shadaqah
sebagai pelindung dari segala macam musibah dan keburukan. Seseorang yang
bershadaqah, maka apa saja yang dishadaqahkan
tersebut akan melindunginya dari musibah dan menutup datangnya keburukan. Nabi
SAW bersabda;
الصدقة
تسُدُّ سبعين بابا من السوء
“Shadaqah itu menutup 70 pintu keburukan.” (HR. Thabrani).
2.
Shadaqah sebagai obat dan
penyembuh dari segala penyakit yang diderita Nabi SAW bersabda;
داووا
مرضاكم بالصدقة
“Sembuhkanlah
orang-orang yang sakit di antara kalian dengan shadaqah.” (HR. Al-Dailami).
3.
Shadaqah
sebagai penjaga harta dari kerusakan dan kebangkrutan Nabi SAW bersabda;
وحصنوا
أموالكم بالزكاة وفي رواية بالصدقة
“Bentengilah
harta-harta kalian dengan (mengeluarkan)
zakat. Dalam sebuah riwayat lain, dengan shadaqah.” (HR. Al-Dailami).
4.
Shadaqah
bisa meredakan dan memadamkan murka
Allah. Nabi SAW bersabda;
الصدقة
تطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء
“Sesungguhnya
shadaqah itu memadamkan murka Allah dan menolak cara mati jelek (su’ul khotimah).” (HR. Tirmidzi).
5.
Shadaqah
dapat mempererat hubungan persaudaraan antar sesama. Nabi SAW bersabda;
الصدقة
هدية تهادوا تحابوا
“Shadaqah
itu adalah hadiah, saling beri hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Baihaqi).
6.
Shadaqah
mampu melunakkan jiwa yang keras dan dapat membuat hati menjadi lapang. Dalam
sebuah riwayat disebutkan;
من
وجد في قلبه قساوة فلينشر الصدقة
“Barangsiapa
yang mendapati di dalam hatinya keras, maka hendaklah dengan menebarkan
shadaqah”
7.
Shadaqah
dapat menambah umur. Dalam sebuah
riwayat disebutkan;
الصدقة
ترد البلاء وتزيد في العمر
“Shadaqah dapat menghilangkan bala’ dan
menambah umur.”
Demikianlah
nilai keutamaan dari amalan shadaqah. Sungguh betapa besar keutamaan yang akan
diraih, selain akan mendatangkan banyak mamfaat bagi pelaku sedekah sebagaimana
dijelaskan dalam beberapa riwayat hadits di atas, juga tentunya akan
mendatangkan kebaikan dan menjadi sumber kebahagiaan tersendiri bagi penerima
shadaqah.
Maka
melalui amalan shadaqah inilah akan terwujud keharmonisan hidup antar sesama. Seorang
yang diberikan harta melimpah (kaya) oleh Allah, dengan kedermawanannya akan
memberikan sebagian hartanya untuk membantu sesama yang hidupnya serba
kekurangan. Dan seorang yang Allah takdirkan hidup dalam kekurangan (fakir,
miskin) akan merasa terbantu dengan adanya uluran tangan dari saudaranya para
aghniya, sehingga tanpa diminta dipanjatkanlah do'a keberkahan dan keselamatan
atas kebaikannya.
Wallahu a'lam bis showab.
Komentar
Posting Komentar