Penyuluh Agama Bina WB di LP
Warga Binaan Rutan Kelas II B Purbalingga mengikuti Kajian Romadhon diiMasjid At-Taubah
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Purbalingga beberapa tahun ini telah melakukan MOU bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam memberikan pembinaan pada Warga Binaan (WB). Salah satu program yang dilaksanakan pada Ramadhan 1442 H ini adalah Kajian Ramadhan yang diselenggarakan dari hari Senin sampai dengan Kamis, pada jam 09.00 - 10.30 WIB, bertempat di masjid At-Taubah LP, diikuti oleh lebih dari 100 WP dan 6 diantaranya adalah WP Perempuan. Adapun yang mengisi pada kegiatan tersebut adalah para Penyuluh Agama, baik yang Fungsional maupun yang Non PNS.
Sebelum diisi kajian Ramadhan, terlebih dahulu diisi oleh petugas LP, Mardi Waluyo, selaku penanggung jawab kegiatan ini. Selain membuka kajian, beliau juga menyampaikan beberapa informasi bagi para WP dan himbauan agar menyimak dengan serius. "Kajian Ramadhan hari ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, karena baru pertama kali diisi oleh Penyuluh Agama Wanita, mohon disimak dengan sebaik-baiknya karena banyak mamfaat yang didapatkan", demikian disampaikan Mardi.
Kajian Ramadhan di hari ke-3 Ramadhan, Kamis, 15 April 2021, disampaikan oleh salah seorang Penyuluh Agama Fungsional, Yuyu Yuniawati, yang bertugas di KUA Mrebet 1 dan KUA Mrebet 2 Kecamatan Mrebet, menyampaikan tema "Menggapai Sukses Ramadhan". Menurutnya ada tiga tahapan yang dapat dilakukan untuk dapat menggapai sukses Ramadhan, yaitu :
1. Pra Ramadhan, yakni dengan mempersiapkan berbagai persiapan sebaik-baiknya, salah satunya adalah persiapan ruhiyah (hati) dengan melnsucikan hati atas segala noda dan dosa baik kepada Allah dengan memperbanyak tobat dan istighfar, juga kepada sesama dengan saling bertaghofur. Dan hal yang penting untuk diperhatikan juga adalah membersihkan hati dari berbagai jenis penyakit hati seperti syirik, hasad, riya', sum'ah, ghibah, namimah, dusta dan penyakit hati lainnya yang akan menjadi pembatal (perusak) pahala puasa. Ketika hati sudah dibersihkan, maka kondisi ini akan berbanding lurus dengan Ramadhan yang suci.
2. Saat Ramadhan, yakni dengan menghidupkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan syiyam, qiyam, dan berbagai amal sholeh lainnya, dengan penuh keimanan dan keikhlasan hanya berharap ridho Allah semata. Jadikan Ramadhan ini sebagai moment untuk memperbaiki diri, memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan, dengan memperbanyak melakukan amal sholeh. Karena Allah dan Rasul-Nya telah menjanjikan pahala yang berlipat ganda, juga janji-Nya menghapus keburukan yang telah dilakukan dengan amal sholeh (kebaikan) yang dilakukan. Terlebih lagi Ramadhan sebagai bulan ampunan.
3. Pasca Ramadhan, yakni dengan upaya mempertahankan dan melestarikan apa-apa yang sudah dilakukan secara istiqomah selama Ramadhan untuk dapat berlanjut dilakukan di bulan-bulan lainnya, inilah sejatinya seorang yang sukses di bulan Ramadhan.
Materi kajian disampaikan Yuyu dengan lebih banyak berdialog sehingga terkesan cukup komunikatif. Waktu lebih dari 1 jam pun tidak terasa. Respon dan tanggapan dari peserta kajian ketika dilontarkan beberapa pernyataan dan pertanyaan pun cukup beragam. Ada yang menanggapi dengan serius, ada yang dengan guyonan, ada pula yang cuex tidak merespon meski sudah diberi kesempatan. Salah seorang peserta yang sudah cukup sepuh usianya, dipanggil dengan pak haji oleh sesama WB terlihat cukup serius menyimak dan hapal menyampaikan surat al-Baqoroh ayat 183 dengan cukup fasih.
Ada yang cukup mengiris hati saat melihat ada seorang peserta yang sudah sangat sepuh, ketika ditanya usianya, sepertinya telinganya sudah tidak begitu berfungsi sehingga dibantu rekan WP terdekat dengan mengulang pertanyaan. Di usia 86 tahun ia menghabiskan sisa usianya di balik jeruji besi, dan terlontar dari lisannya pengakuannya tidak bisa tidur di tengah malam dan ia gunakan waktunya untuk tahajud, sembari melontarkan pertanyaan tentang boleh / tidaknya melaksanakan sholat malam setelah sholat tarawih. Terlontar pula sebuah pertanyaan "Bu, kapan saya bisa keluar dari sini" yang disambut riuh oleh WB lainnya.
Selesai kajian, ada kesempatan untuk beramah tamah dengan petugas, dan saat ditanyakan tentang kasus yang menjerat bapak sepuh tadi, ternyata kasus pelecehan seksual yang menjadi sebab ia menjadi penghuni rutan Purbalingga, sangat prihatin mendengarnya, di usia yang semestinya lebih banyak menghabiskan untuk mendekat kepada Allah, namun masih terlintas untuk melakukan perbuatan keji. Banyak pula kasus narkoba, kasus penipuan dan beberapa kasus lain yang menjerat para warga binaan Rutan Purbalingga.
Semoga dengan pembinaan mental keagamaan yang dilakukan secara rutin ini menjadi ikhtiar yang berbuah dibukakannya hidayah Allah untuk kembali ke jalan yang benar dengan menjalani tobat nasuha dan melakukan perbaikan diri sehingga mampu mengakhiri hidup dengan husnul khotimah. Aamiin ya Robbal'alamiin..
(Yuyu Yuniawati, S.Ag, Penyuluh Agama fungsional KUA Kec Mrebet, Kamis, 15 April 2021 M / 03 Ramadhan 1442 H)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus