HARI AROFAH PENUH BAROKAH

 


HARI AROFAH PENUH BAROKAH

  

Hari Arofah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijah merupakan momentum bersejarah bagi jutaan jamaah haji se-dunia yang terpanggil menjadi tamu Allah untuk melaksanakan salah satu rangkaian rukun haji, yakni wukuf di padang Arofah, sebuah padang dengan tanah datar yang sangat luas sekitar 2 mil, terletak sekitar 25 km sebelah tenggara masjidil harom di Mekah al-Mukaromah, dengan area wukuf sekitar 10,4 km. Wukuf di padang Arofah ini menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji. Karenanya tidak sah haji seseorang jika tidak melaksanakan wukuf di Arofah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Haji adalah Arofah”.

 

Bagi kaum muslimin, hari Arofah yang hanya hadir sekali dalam setahun ini menjadi hari yang istimewa karena didalamnya tersimpan begitu banyak keutamaan yang tidak hanya Allah SWT janjikan bagi hamba-hamba-Nya yang berada di tanah suci yang sedang menunaikan ibadah haji, namun Allah berikan pula kepada hamba-hamba-Nya di manapun berada yang ingin meraihnya, yang penuh semangat memamfaatkan moment ini dengan melakukan amalan-amalan yang utama dilakukan di hari Arofah ini.

 

Di saat kaum muslimin di padang Arofah dengan balutan kain ihromnya begitu khusyuk beribadah, berdzikir, beristighfar, banyak berdoa, banyak bertilawah al-Qur’an, benar-benar merendah di hadapan Allah, mengisi hari itu dengan berbagai amal sholeh. Maka kita yang tidak sedang berada di padang Arofah pun bisa memamfaatkan momentum hari Arofah ini dengan melakukan berbagai bentuk amal sholeh sebagaimana yang dilakukan saudara-saudara kita yang sedang berwukuf di Arofah. Terlebih di suasana pandemic Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, dan di masa PPKM Darurat ini yang mengharuskan kita berada di rumah, kondisi ini sejatinya kita maamfaatkan untuk melakukan hal-hal yang bermamfaat, semakin mendekatkan diri (bertaqorub) kepada Allah SWT dengan memperbanyak amal sholeh. Hal ini dilakukan, selain sebagai bentuk ikhtiar ukhrowi dalam menghadapi pandemi yang belum menunjukkan tanda akan segera berakhir, tentunya juga berharap keutamaan yang Allah janjikan di hari Arofah yang utama ini, sebagaimana keutamaan yang didapatkan saudara-saudara kita yang sedang berwukuf di Arofah. 

 

Keistimewaan hari Arofah secara umum yang akan melahirkan keberkahan bagi yang mau mengamalkan apa yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbâs r.a. bahwa Nabi SAW bersabda :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ ». فقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ: “وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada hari–hari yang sepuluh ini”. Para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allâh ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allâh, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun.” [HR al-Bukhâri no. 969 dan at-Tirmidzi no.757]

 

Hadits ini menunjukkan disyariatkannya memperbanyak amal sholeh di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan hari Arafah termasuk di dalamnya. Karena maksud dari ungkapan “Hari-hari yang sepuluh” dalam hadits tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang merupakan rangkaian hari paling utama sepanjang tahun. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah bahwa, “Siang hari di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih utama daripada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhân, dan malam sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama daripada malam sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” [ Al-Fatâwa al-Kubrâ 2/477]


Adapun keistimewaan hari Arofah secara khusus terdapat dalam beberapa hadits Rasulullah SAW diantaranya yaitu :

(1). Hari Arafah adalah hari pengampunan dosa dan pembebasan dari siksa neraka.  Hadis dari ‘Aisyah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

 

 

(2) Doa di hari Arafah adalah doa terbaik.  Hadis diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. bahwa Nabi SAW bersabda :

 خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ  لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” [HR. at-Tirmidzi no. 3585]

 

(3) Berpuasa di hari Arafah berbuah limpahan ampunan Allah SWT.  Puasa sehari ini akan menghapuskan dosa dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun yang akan datang, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Qatâdah r.a bahwa Nabi SAW bersabda : 

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

 Puasa hari Arafah aku harapkan dari Allâh bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. [HR. Muslim no. 1162]

 

(4) Bagi yang berwukuf di Arafah, Allah SWT sangat bangga dengan kekhusyuan ibadah hamba-Nya. Hadis dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً

Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu” (HR. Ahmad 2: 224).

 

Demikianlah, hadits-hadits tersebut yang menunjukkan betapa Allah hadirkan keistimewaan yang luar biasa di hari Arafah. Tidak hanya untuk para jamaah haji di tanah suci yang di hari itu memiliki agenda wukuf di Arafah, namun juga bagi kaum Muslimin yang lain di manapun berada memiliki kesempatan yang sama untuk mendulang pahala, meraih keberkahan, dan meraih ampunan dari Allah SWT Sang Maha Pengampun. Semoga Allâh SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada kita. Aamiin Ya Robbal’alamiin..

Wallohua’lam bishowab..

 

 

(Oleh : Yuyu Yuniawati, S.Ag, / Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Mrebet Purbalingga)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMAHAMI KEMERDEKAAN SEBAGAI RAHMAT ALLAH SWT

Hidupkan 'Ruh' Ramadhan Demi Meraih Cinta-Nya

Kiat Sukses Menjalani Ramadhan